Posts

Showing posts from October, 2016

Review Anime: Kuroshitsuji: Book of Murder

Image
DESCRIPTION: Title: Kuroshitsuji: Book of Murder ( 黒執事・殺人の書 ) Type: OVA, Manga Adaptation Date released: OVA 1st Volume on October 25, 2014. OVA 2nd Volume on November 15, 2014. DVD 1st Volume on January 28, 2015. DVD 2nd Volume on February 25, 2015. Original creator: Yana Toboso Animation Production: A-1 Pictures Inc. Pada awal musim semi tahun 1889, beberapa waktu berselang usai kasus penculikan anak-anak oleh sebuah kelompok sirkus ( Kuroshitsuji: Book of Circus ), Ciel Phantomhive menerima perintah dari Ratu Victoria untuk menyambut kedatangan seorang tamu penting. Meski semula sempat menolak, Ciel akhirnya menerima misi tersebut dan mulai merancang sebuah pesta yang dihadiri oleh banyak tamu penting, termasuk bangsawan, pedagang kaya raya, aktris dan sutradara ternama, dan seorang penulis yang kariernya tengah tersendat, Arthur Conan Doyle . Namun di malam pesta tersebut, tiba-tiba salah satu tamunya ditemukan tewas, dan Ciel, sebagai satu-satunya yang tid

Review Book: Jessie Burton - The Miniaturist

Image
DESCRIPTION : Type: Novel Author: Jessie Burton Date released: August 26 th , 2014 Literary Awards: Specsavers National Book Award for Books Are My Bag New Writer of the Year (2014), Walter Scott Prize Nominee (2015), Goodreads Choice Award Nominee for Historical Fiction (2014), Waterstones Book of the Year (2014) ISBN: 0062306812 “Words are water in this city, Nella. One drop of rumour could drown us.” —Marin Brandt Musim gugur tahun 1686, Nella Oortman, seorang gadis berusia 18 tahun, tiba di Amsterdam untuk memulai kehidupan barunya sebagai istri dari pedagang kaya, Johannes Brandt. Namun yang ia jumpai di rumah barunya bukanlah kebaikan dan kelembutan hati Johannes, melainkan sebuah penyambutan dingin dari adik perempuan suaminya, Marin, yang kerap bersikap tajam dan sangat mengkritik pada dirinya. Ditambah lagi, alih-alih menjadi seorang istri, Nella menemui kenyataan bahwa Johannes jarang sekali berada di rumah dan interaksi mereka tidak lebih dari sekad

Puisi: Batas Redup Terang

Image
Source: https://static.zerochan.net/Blind.Justice.full.1060904.jpg Melangkah masuklah ke kegelapan bawa pudar cahaya yang bulan serahkan Apakah kau lihat jalan, ksatria perang? Akankah kau temukan jalan, Hai Yang Diberkati Tuhan? Hari ini musim 'kan berganti, penyihir malam Matamu tinggal serpih debu, tertelan fajar Mentari takkan datang, siang 'kan kelam Namun petang takkan disambut, takkan tersebar Jiwamu mati, sekarat direnggut Raga-Raga Tanpa Hati Hatimu perih, meledak jadi pecah keping serbuk pasir putih Melangkah masuklah ke kegelapan bawa obor terang api sinyal perang Apakah kau mampu keluar, prajurit awan? Apakah kau menang pertempuran, Sang Putera Yang Hilang? (Semarang, 2014 Eta Wardana)

Puisi: Sebelum Aubade Berlaga

Image
Source: https://static.zerochan.net/108.%28artist%29.full.419334.jpg Aku melihatmu tumbuh, berbalut tubuh rapuh, kembangkan cangkang nuansa tangguh Aku melihatmu luruh, berjuang sembunyikan sedu, berlindung kanopi tempat teduh Aku melihatmu jatuh, tak perlu menangis gaduh, biarkan lukamu kubasuh Aku melihatmu jauh, tiap kau berlalu, pura tak acuh, lagi matamu tanpa labuh Aku melihatmu bak malaikat mungil bersayap, kilau di mata gelap, biarkan terlelap, cobalah tetap gemerlap Aku tahu kau sadar, meski tak pernah kuungkap dengan radar tapi sekali ini, ijinkanlah, bentuk tunggal salam perpisahan, kukata, "Aku menyayangimu. Sampai jumpa." Kugaungkan aubade, wajahmu tak kunjung lenyap, (semoga selamat tinggal tak perlu kuucap) (Sragen, 12 April 2013)

Puisi: Dari yang Terjebak dalam Senja

Image
Source: https://static.zerochan.net/108.%28artist%29.full.1234209.jpg Bila tulangmu meluruh jadi abu, takkan kukubur, ‘kan kutebar hingga terbang disambut angin pelipur Merangsek kanopi hutan, menggurat hitam pada mega belum bernama Sumpahku aku takkan lupa takkan kubiarkan alam lupa takkan kubiarkan namamu buyar ditelan masa Lagi, mana daya aku lupa? Bahkan mentari menyimpan satu berkas dirimu dalam hangat sinarnya Jika remang mencuri cahaya, sosokmu hadir menipu realita Jika aku berpura-pura buta, manifestasimu berubah luar biasa nyata Jiwaku dengan angkuh berkata: “Kau takkan mampu lupa.” Maka biarlah abumu mengarungi angkasa menyapa dengan sayap-sayap tak kasat mata Ringan, laksana terlepas semua beban tak sadar bahwa jari-jariku terentang haus akan keberadaan lapar akan kebersamaan dan benci, ah, tak terkira benci, pada batas hidup-mati pada benar yang kuharap hanya ilusi Bahkan meski bisikmu membujuk, menghibur, meminta, aku tak berse

Puisi: Bilamana Bisu adalah Namamu

Image
Source: https://static.zerochan.net/108.%28artist%29.full.1132380.jpg Di ujung jemarimu tak nampak kulit bersama tinta melebur bukan juga kasar kayu berparut atau pun garis gurat putih kapur Di ujung jemarimu (yang kau dekap di depan jantung) (yang kau selimuti kain beludru) (yang kau kecup tiap senja berlalu) adalah denting nada mengalun Baris katamu tak terucap oleh mulut terganti oleh tuts-tuts yang tak pernah kau biarkan berdebu Deras emosimu tak terangkai oleh serak pita suara namun terwakili potongan melodi menyibak awan yang terus berarak Kau ada dalam partitur itu hidupmu; itu duniamu; itu adalah dirimu Kau tersusun dalam simbol-simbol lagu itu hatimu; itu jiwamu; itu adalah semestamu Namun jika kurenggut itu semua darimu masihkah kau ‘kan meraba-raba mencari kembali jati diri terbuang itu? Sragen, 5 September 2016

Puisi: in dark, there is fire

Image
Source: https://static.zerochan.net/Suzu.%28pixiv.Id.2720375%29.full.931878.jpg Hatiku yang mati ini pernah hidup; pernah buta dan pernah tuli, begitu egois dan tanpa belas kasih. Disiram pijar masa kanak-kanak dan direngkuh angin dari kahyangan. Hatiku yang mati ini pernah hidup, tapi tidak lagi. Masih buta, masih tulis, masih egois, dan tanpa belas kasih, namun telah lepas dari sinar kebahagiaan dan sepoi surgawi Batara Bayu. Hatiku yang mati ini tidak menginginkan apapun, tinggal daging berdegup yang terus berdetak tanpa hati, sudah tak mampu lagi mengecap bibit dari keserakahan. Hatiku yang mati ini telah lelah hidup, meski enggan membagi napas dengan orang lain. Hatiku yang mati ini masih terjebak di dunia orang-orang hidup, karena sesungguhnya ia tidak ingin mati. Namun hatiku ini mati dan tiap degupnya mewakili kegagalanku untuk menjalani hidup. Hatiku mati, kau dengar? Mati . Mati seperti tawa yang padam sebelum usai. Mati seperti senyum yang pudar sebelum ha

Review Manga: Nanba Atsuko - Tonari no Atashi (Next to Me)

Image
DESCRIPTION : Tipe: Manga Volume: 10 Status: Tamat Tahun terbit: 2008 Pengarang: Nanba Atsuko “If it’s okay, from now on, I always want to be by your side.” — Uemura Nina Membaca sinopsis Tonari no Atashi di situs www.myanimelist.net membuat saya pada awalnya sedikit ragu untuk menyentuh manganya. Tonari no Atashi merupakan sebuah kisah dengan tema yang sering diangkat, tentang seorang remaja laki-laki dan seorang remaja perempuan yang telah hidup bertetangga sepanjang hidup mereka. Seperti plot shoujo manga pada umumnya, Nina, si remaja perempuan, memendam rasa pada Kyousuke, tetangganya yang setahun lebih tua. Namun ketika Kyousuke masuk SMA, ia bertemu dengan Yuiko, yang menjadi manajer tim bisbol di sekolah barunya dan keduanya pun menjadi dekat. Sementara itu, dilanda patah hati, Nina mulai menjauh dan akhirnya jadi dekat dengan teman sekelasnya, Miyake. Terdengar seperti romansa anak sekolah biasa, ‘kan? Sejujurnya, tidak ada yang istimewa

Puisi: hopeless = loneliness

Image
Source: https://static.zerochan.net/Inzanaki.full.591673.jpg Aku bermimpi tentang banyak hal. Tentang hujan. Tentang langit. Tentang dunia. Tentang aku di tubuh orang lain yang sedang menatap diriku sendiri. Tentang masa depan. Tentang masa lalu. Tentang bayangan yang mengejarku di kegelapan dan binar yang mencoba mencabikku dalam terang. Kadang-kadang, aku juga bermimpi tentang kau. Kata-kata yang kutulis di atas kertas belum tentu kejujuran, tapi bukanlah sepenuhnya kebohongan. Aku tidak tahu emosi apa yang sedang mengalir dari getaran tanganku menuju tinta hitam yang menggores kekosongan. Apatisme, mungkin. Atau keputusasaan. Harapan semu dari seseorang yang telah membunuh hatinya namun ingin mengecap indahnya perasaan lagi. Kau tahu aku egois. Kau tahu aku kejam. Tapi aku juga adalah bentuk lain dari kerapuhan; kristal tajam yang melindungi sebuah kehampaan. Aku bahkan tidak tahu siapa engkau, meski aku berharap aku akan segera mengorek lebih banyak darimu. Aku

Review Book: Jostein Gaarder - Dunia Anna

Image
DESCRIPTION : Tipe: Novel Volume: 1 Halaman: 244 halaman Status: Tamat Tanggal terbit: Oktober 2014 (oleh Mizan) ISBN: 9789794338421 Pengarang: Jostein Gaarder   “Kita menghancurkan planet kita sendiri. Kitalah yang telah melakukannya, dan kita sedang melaksanakannya sekarang.” — Anna Berbeda dengan Dunia Sophie , yang kisahnya agak terlalu rumit untuk bisa saya pahami sepenuhnya, Dunia Anna adalah cerita yang lebih sederhana dengan tema pembahasan yang lebih dekat dan familiar dengan kehidupan kita di masa ini, yaitu pemanasan global. Anna, seorang remaja berusia enam belas tahun yang sangat peduli dengan lingkungan, sering bermimpi menjadi seorang anak lain bernama Nova yang hidup di Bumi pada tahun 2082—zaman ketika pemanasan global dan kerusakan alam telah mengubah wajah Bumi sepenuhnya. Berkat mimpi-mimpi itu, Anna semakin bertekad untuk mendirikan klub lingkungan dan mengajak pacarnya, Jonas, untuk ikut serta mencari jalan keluar demi mencegah ke