Posts

Showing posts from March, 2018

Puisi: us, in impermanence

Image
Picture credit:  loundraw Kita bisa mengulang, tapi aku menolak lupa--maka alih-alih berada di garis awal, akan kulanjutkan menjalin benang yang sempat bercabang dan berpisah. Kita bisa mengulang, tapi garis matamu adalah satu yang tak bisa dilupa--maka alih-alih jatuh cinta, yang ada hanya kerinduan akan sesuatu yang pernah kita miliki di suatu masa. Kita bisa mengulang, tapi satu pertanyaan masih tersisa; di antara aku dan dunia, engkau dan mimpi terpendam--mana yang layak untuk dikorbankan? Satu hal jelas: kita tidak akan memilih satu sama lain. Maka biarlah apa yang terjadi, terjadi. Mari melangkah dari titik di mana kita sempat berakhir. Satu hal belum jelas: kemana kita akan melangkah dari titik yang sempat mengakhiri? (Depok, 24 Maret 2018 Eta Wardana) (An absence of labels guarantees a lack of clarity. A lack of clarity guarantees someone is going to get hurt. - Dushka Zapata)