Posts

Showing posts from 2019

Di Bawah Kelabu - #1

Image
Berlarilah, berbaliklah, dan lihat betapa banyak kau telah berubah. Masihkah kau mengenali dirimu sendiri saat melihat ke belakang?  Aku masih. Akan selalu. Tak akan mampu melupakan. Karena diriku yang tertinggal di belakang adalah tetaplah aku yang mengharapkan kehadirannya. Aku yang tertinggal di masa lalu adalah aku yang berubah demi dirinya, adalah aku yang akan berubah menjadi diriku yang sekarang. Januari. Kabut yang dipupus oleh hujan. Dan ketika aku membuka mata, dia telah lenyap. Eta Wardana

Yearround #5: May

Image
Seperti kepakan sayap kupu-kupu yang tidak terdengar, aku tidak menyadari kau menghilang. Namun setelah hari ini, tidak ada kita. Dan di antara lembaran kertas yang berserakan di sekitar tempat tidurku, tak ada nama lain terukir. Hanya kekosongan. Kurasa untuk pertama kalinya aku mencintai diriku lebih dari aku mencintai dirimu. Untuk pertama kalinya aku melihat bahwa hidupku bukan tentang dirimu. Separuh 2017 belum terselesaikan saat aku memutuskan bahwa "kita" tidak lagi diperlukan. Separuh 2017 yang lain belum terjamah ketika kau tersenyum dan meninggalkan alamat surelmu di antara tumpukan kertas puisi yang memenuhi meja penghidang dessert di antara kita berdua. Kau berkata, "Aku masih ada di sini jika kau membutuhkan lagi tangan untuk menjadi penopang saat berdiri." Aku berkata, "Terima kasih tapi kau telah mengajariku untuk berdiri sendiri." Dan seperti kepakan sayap kupu-kupu yang tidak terdengar, aku tidak menyadari ada serpihan

Yearround #4: April

Image
Kuraba hening. Kurasa ada yang sesuatu yang tak lagi stagnan. Kurasa antara aku dan engkau, aku lebih berubah. Kurasa antara engkau dan aku, engkau masih sama. Kurasa di antara dua cabang jalan, kita tidak lagi menemukan titik temu. Tidak ada lagi janji dengan secangkir teh. Tidak ada lagi garis tengah di antara tujuh puluh empat kilometer yang membentang. Tidak ada lagi nama yang tersimpan di balik senyuman. Kalimat-kalimat di atas adalah kebohongan. Kau bisa rasakan bahwa aku hanya mengada-ada. Bahwa hanya ada pemaksaan di atas perpisahan yang kita putuskan. Bahwa aku hanya tidak ingin membawa beban, bahwa aku tidak percaya pada kata 'selamanya'. Bahwa aku takut menjadi yang tersakiti jika aku tidak menjadi yang menyakiti. Maafkan. Egois memang. Namun begitulah aku sebelum 2017 berlalu. Begitulah aku sebelum hidupmu dipaksa Tuhan untuk berlalu. Eta Wardana Depok, 01 Agustus 2019

Yearround #3: March

Image
Kurasa di akhir Februari kita telah memutuskan, di sinilah titik waktu pengucapan selamat tinggal. Namun berpura-pura tak memiliki waktu, berpura-pura kita bisa berlanjut, kebisuan melebar hingga satu meter jarak terasa lebih memisahkan dari tujuh puluh empat kilometer yang telah familiar. Hei, Raja, di kemudian tahun aku akan mempertanyakan keputusan kita. Namun kala itu, rasanya tidak ada yang lebih benar selain perpisahan, bukan? Di 2017, bagi kita, tiga tahun telah lebih dari cukup. Selamat tinggal sudah lebih dari cukup. Meninggalkan Februari, menyapa bulan yang berganti. Kita sama-sama tahu bahwa tidak ada arti untuk mempertahankan ini. Namun di belakang lidah, masih kutahan kata yang seharusnya kita lontarkan. Berpura-pura tak memiliki waktu, berpura-pura kita bisa berlanjut. Bahkan meski tak ada lagi janji bertemu, kau masih mengucapkan selamat malam untukku. Hei, Raja. Bagaimana jika momen itu kembali kita ulang? Eta Wardana Depok, 23 Juli 2019

Yearround #2: February

Image
Aku menyimpan nomormu dalam bentuk kode, melambangkan langit dan pintu yang terbuka ke dimensi lain. Kau tidak tahu, terlalu sopan bahkan untuk menilik layar ponselku. Di antara baris bertuliskan prinsip hidupmu, rasa hormat akan privasi selalu menjadi nomor satu. Kita jarang bertemu, dipisahkan oleh barisan bukit dan jalan sepanjang tujuh puluh empat kilometer. Namun di satu titik di pertengahan perjalanan, kau membuat janji beserta secangkir teh, sebuah pengertian akan ketidakmampuanku meneguk setetespun kopi.  Saat kita duduk berhadap-hadapan, aku tidak pernah menuturkan nama. Ketika kita hanya berdua, aku tahu kau siapa dan kau tidak perlu memanggilku dengan suara. Namun ketika tujuh puluh empat kilometer kembali membentang, dalam kegelapan aku bertanya, "Hei, Raja, berapa lama hingga kita akhirnya harus menutup kisah?" Eta Wardana   Depok, 15 Juli 2019

Yearround #1: January

Image
Namaku ada dua. Semula kau memanggilku dengan satu nama, kemudian tahun berlalu dan di bibirmu namaku telah berganti. Rasanya aneh, seolah-olah kau telah mengenalku lebih lama dari yang sebenarnya. Kau tertawa. Dahi pada dahi, kau bilang, "Mungkin kita memang sudah lama saling mengenal." Aku tidak percaya pada belahan jiwa. Kau tidak percaya hubungan ini akan bertahan lama. Romansa di antara kita adalah sesuatu yang selalu dipertanyakan. Jadi kualihkan pandaganku, tidak mampu untuk ikut tertawa. Tanganku yang meraih tanganmu, sayangnya, berdoa untuk sesuatu yang lebih permanen dari sekadar kenangan. Eta Wardana Sragen, 24 Juni 2018

5 Reasons I Still Stay in College

Image
Image by  Pixabay .  My dislike for school started in middle school. I began refusing to go to school. I asked my father to accompany me to school (usually I went by bus alone) but refused to get down from the car after we arrived. I would lock myself inside my bedroom every morning. I throw tantrum and didn't eat anything for days. I didn't study at all. I let my grade drop because I convinced myself that I didn't care, that it didn't mean anything. I also cried a lot alone. In high school, while there were still days when I just didn't want to go to school, it was getting better. But I felt that I had lost some parts of myself since middle school. I stopped writing. I stopped enjoying life. I pretended to be okay while other people around probably could feel that I was not. Now in college, I stopped dreaming. I no longer believe in the future. I, to be honest, am afraid of the future, because I can't see myself there. I can't see myself s

Terjemahan Lirik: Stray Kids - My Pace

Image
Stray Kids - I Am WHO album photo. Below are where you can listen to the song: Spotify Official MV Dance Practice Video Fan Featuring Guide Video Dance Practice (Close Up Ver.) Performance Video Nananananana 아 이게 아닌데 Ada yang salah. Nananananana 그래 이거지 let’s go Yeah, ini dia, ayo! Nananananana 쟤처럼 되고 싶어 부러워 yes I’m 부러워 yes I’m Aku ingin jadi seperti dia, iri, ya, aku merasa iri. 반의반이라도 닮았으면 난 좋겠어 Jika saja aku bisa jadi setengah dari setengahnya, pasti menyenangkan. 우스워 내가 우스워 내가 Sungguh lucu, oh, sungguh lucu. 누군가와 날 비교한다는 게 너무 우스워 Sungguh lucu bagaimana aku membandingkan diri dengan orang lain. 하지 마 하지 마 Hentikan, berhentilah. 그런 비교 따윈 의미 없잖아 Tidak ada artinya mencoba membandingkan. 그러지 마 stop it now Hentikan, hentikan sekarang. 그냥 넌 지금 너의 길을 가면 돼 Kau hanya perlu menempuh jalanmu sendiri. 인정하기 싫지만 Meski tak ingin mengakuinya, 옆을 보게 되잖아 tanpa sadar aku melihat orang-orang di sekelilingku. 앞서간다고 먼저 가는 건 아냐 baby Berada di depan buka

Puisi: Petrichor, Ketika Hujan Hanya Meninggalkan Jejak Untukku Seorang

Image
Credit picture:  loundraw . Ada seorang gadis yang namanya kutulis berulang-ulang di antara serpihan cermin.  Terkadang dengan tumpahan tinta.  Terkadang dengan tetesan krayon terbakar.  Terkadang dengan sisa air mata. Ada seorang gadis yang namanya tidak bisa berhenti kugumamkan di antara doa.  Terkadang aku mengharapkan kebahagiaan.  Terkadang aku menginginkan sebentuk penerimaan.  Terkadang aku tidak ingin menjadi satu-satunya yang terluka. Ada seorang gadis yang namanya berusaha kulupa.  Terkadang kuhapus dengan tumpukan pekerjaan.  Terkadang kubuang bersama perjalanan panjang ke belahan lain dunia.  Terkadang kukubur bersama barang-barang yang masih menyimpan aromanya. Ada seorang gadis yang namanya terlalu menyakitkan untuk didengar.  Terkadang tersebut oleh temanku dalam reuni percakapan.  Terkadang mengambang dalam pertanyaan penuh kekhawatiran.  Terkadang didesiskan bersama argumen yang menyuruhku kembali pada rasionalitas. Ada seo

Review Movie: BAKUMAN.

Image
I've been a fan of DEATH NOTE since middle school, and when I knew Ohba Tsugumi and Obata Takeshi had made  another series together, I had meant to check it out.  And so I did.  I finished reading all volumes of BAKUMAN  in high school and since then have re-read the series time to time. I really love it. I decided not to watch the anime (well, actually I did watch the first couple episodes, but then dropped it halfway through because I personally like the manga better), but when it was announced that there would be a live action adaptation of BAKUMAN, with one of my favourite actor starring in it, I knew I couldn't pass that one. Before writing this blog entry, I have watched the BAKUMAN live action twice. I watched it for the third time to make sure that I still remember all the interesting things. BAKUMAN is a story about two high school students, Mashiro and Takagi. Mashiro's uncle had been a mangaka (manga writer), but died from

Me & Favorites: December 2018

Image
Credit:  Kristin Vogt . Desember menjadi bulan paling sibuk tahun ini buat saya. Pada bulan Desember kemarin, saya menjadikan salju sebagai tema utama dalam desain bullet journal , namun setelah beberapa hari, saya sama sekali lupa untuk menambahkan ilustrasi salju ke dalam halaman-halaman weekly spread , dan justru malah seenaknya menggambar dedaunan. Mau bagaimana lagi. Tidak ada musim dingin ataupun salju di Indonesia, dan Desember adalah bulan yang lebih familiar dengan hujan dan angin. Maka inspirasi utama yang saya dapat tetap saja masih dari tumbuh-tumbuhan. Mengingat betapa sibuknya bulan Desember, catatan suasana hati yang saya buat setiap hari sangat berfluktuasi. Paruh awal bulan Desember saya habiskan untuk menyiapkan bahan-bahan ujian tertulis, yang berlangsung pada minggu ketiga bulan Desember. Di paruh akhir bulan Desember, saya menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk menyelesaikan proyek-proyek, yang kebanyakan harus dikumpulkan  pada awal bulan Januari.

Sastra Jepang UI: Tentang Lulus SMA dan Memilih Jurusan

Image
Credit:  周康 Lulus SMA, kuliah, cari kerja, menikah, berkeluarga, kemudian menjalani hari tua. Formula sederhana. Resep yang diolah berulang-ulang. Namun pada kenyataannya, bahkan bagi sebagian besar orang yang memilih formula yang sama, apa yang dihadapi tidak pernah persis serupa. Kau bisa memulai dari titik yang sama, kecepatan yang sama, tujuan yang sama, tapi yang namanya kehidupan tidak pernah membiarkan seseorang memiliki perjalanan yang serupa. Sewaktu duduk di kelas sepuluh, tahun pertama di SMA, aku sudah memikirkan apa yang ingin kulakukan setelah lulus. Terlalu cepat mungkin, tapi itulah aku. Selalu tidak sabar untuk melihat ke masa depan, selalu berpikir tentang apa yang akan menjadi akhir dari perjalanan. Sulit untuk menikmati masa sekarang ketika benakmu terlalu terlilit dengan rencana dan mimpi untuk masa mendatang. Namun sekali lagi, itulah aku. Bahkan sampai sekarang, aku masih sering bergulat dengan satu sisi mengesalkan itu. Intinya, aku sudah memikirkan