Posts

Showing posts from February, 2019

Puisi: Petrichor, Ketika Hujan Hanya Meninggalkan Jejak Untukku Seorang

Image
Credit picture:  loundraw . Ada seorang gadis yang namanya kutulis berulang-ulang di antara serpihan cermin.  Terkadang dengan tumpahan tinta.  Terkadang dengan tetesan krayon terbakar.  Terkadang dengan sisa air mata. Ada seorang gadis yang namanya tidak bisa berhenti kugumamkan di antara doa.  Terkadang aku mengharapkan kebahagiaan.  Terkadang aku menginginkan sebentuk penerimaan.  Terkadang aku tidak ingin menjadi satu-satunya yang terluka. Ada seorang gadis yang namanya berusaha kulupa.  Terkadang kuhapus dengan tumpukan pekerjaan.  Terkadang kubuang bersama perjalanan panjang ke belahan lain dunia.  Terkadang kukubur bersama barang-barang yang masih menyimpan aromanya. Ada seorang gadis yang namanya terlalu menyakitkan untuk didengar.  Terkadang tersebut oleh temanku dalam reuni percakapan.  Terkadang mengambang dalam pertanyaan penuh kekhawatiran.  Terkadang didesiskan bersama argumen yang menyuruhku kembali pada rasionalitas. Ada seo