Posts

Showing posts from August, 2019

Yearround #5: May

Image
Seperti kepakan sayap kupu-kupu yang tidak terdengar, aku tidak menyadari kau menghilang. Namun setelah hari ini, tidak ada kita. Dan di antara lembaran kertas yang berserakan di sekitar tempat tidurku, tak ada nama lain terukir. Hanya kekosongan. Kurasa untuk pertama kalinya aku mencintai diriku lebih dari aku mencintai dirimu. Untuk pertama kalinya aku melihat bahwa hidupku bukan tentang dirimu. Separuh 2017 belum terselesaikan saat aku memutuskan bahwa "kita" tidak lagi diperlukan. Separuh 2017 yang lain belum terjamah ketika kau tersenyum dan meninggalkan alamat surelmu di antara tumpukan kertas puisi yang memenuhi meja penghidang dessert di antara kita berdua. Kau berkata, "Aku masih ada di sini jika kau membutuhkan lagi tangan untuk menjadi penopang saat berdiri." Aku berkata, "Terima kasih tapi kau telah mengajariku untuk berdiri sendiri." Dan seperti kepakan sayap kupu-kupu yang tidak terdengar, aku tidak menyadari ada serpihan

Yearround #4: April

Image
Kuraba hening. Kurasa ada yang sesuatu yang tak lagi stagnan. Kurasa antara aku dan engkau, aku lebih berubah. Kurasa antara engkau dan aku, engkau masih sama. Kurasa di antara dua cabang jalan, kita tidak lagi menemukan titik temu. Tidak ada lagi janji dengan secangkir teh. Tidak ada lagi garis tengah di antara tujuh puluh empat kilometer yang membentang. Tidak ada lagi nama yang tersimpan di balik senyuman. Kalimat-kalimat di atas adalah kebohongan. Kau bisa rasakan bahwa aku hanya mengada-ada. Bahwa hanya ada pemaksaan di atas perpisahan yang kita putuskan. Bahwa aku hanya tidak ingin membawa beban, bahwa aku tidak percaya pada kata 'selamanya'. Bahwa aku takut menjadi yang tersakiti jika aku tidak menjadi yang menyakiti. Maafkan. Egois memang. Namun begitulah aku sebelum 2017 berlalu. Begitulah aku sebelum hidupmu dipaksa Tuhan untuk berlalu. Eta Wardana Depok, 01 Agustus 2019