Yearround #4: April



Kuraba hening. Kurasa ada yang sesuatu yang tak lagi stagnan. Kurasa antara aku dan engkau, aku lebih berubah. Kurasa antara engkau dan aku, engkau masih sama. Kurasa di antara dua cabang jalan, kita tidak lagi menemukan titik temu. Tidak ada lagi janji dengan secangkir teh. Tidak ada lagi garis tengah di antara tujuh puluh empat kilometer yang membentang. Tidak ada lagi nama yang tersimpan di balik senyuman.




Kalimat-kalimat di atas adalah kebohongan. Kau bisa rasakan bahwa aku hanya mengada-ada. Bahwa hanya ada pemaksaan di atas perpisahan yang kita putuskan. Bahwa aku hanya tidak ingin membawa beban, bahwa aku tidak percaya pada kata 'selamanya'. Bahwa aku takut menjadi yang tersakiti jika aku tidak menjadi yang menyakiti.

Maafkan. Egois memang. Namun begitulah aku sebelum 2017 berlalu.

Begitulah aku sebelum hidupmu dipaksa Tuhan untuk berlalu.


Eta Wardana
Depok, 01 Agustus 2019

Comments

Popular posts from this blog

Terjemahan Lirik: Cesária Évora - Bésame Mucho

Sastra Jepang UI: Tentang Lulus SMA dan Memilih Jurusan

Dr. Romantic: Doctor's Principles and Saving Lives as a Form of Revenge