Di Bawah Kelabu - #3


Aku tidak punya masa kecil yang bahagia. Dia juga tidak. Kami tidak pernah saling bercerita tentang masa lalu kami, tidak pernah punya keinginan untuk menyakiti satu sama lain. Kami cukup puas dengan tahu bahwa kami berdua memiliki sesuatu yang sama menyedihkannya hingga harus kami sembunyikan.

Memikirkannya kembali, mungkin seharusnya aku bertanya. Mungkin paling tidak aku akan bisa memahami alasannya untuk pergi di kemudian hari.

Seperti yang kubilang, dia adalah musim panas. Di musim dingin, jiwanya seolah mati. Dia tidak berlari keluar untuk berbelanja setelah shift-nya berakhir di musin dingin. Dia tidak mengajakku untuk menonton film bersama di musim dingin. Frekuensi tawanya berkurang di musim dingin.

Di hari-hari seperti itu, aku akan memberinya kopi dalam gelas plastik di ujung hari. Aku akan memutarkan lagu-lagu penghangat musim dingin di malam hari. Aku akan menggandeng tangannya untuk menikmati langit yang kelabu ketika pagi hadir.

Aku adalah hujan, dan aku menyembunyikan setiap lukanya yang tak nampak oleh mata.


Eta Wardana




Comments

Popular posts from this blog

Terjemahan Lirik: Cesária Évora - Bésame Mucho

Sastra Jepang UI: Tentang Lulus SMA dan Memilih Jurusan

Dr. Romantic: Doctor's Principles and Saving Lives as a Form of Revenge