Di Bawah Kelabu - #4



Ketika ia menghilang, Januari baru saja menjejaki awal bulan. Tiba-tiba aku bangun, dan kamarnya telah kosong. Ia meninggalkan laptopnya, yang penuh berisi lagu-lagu dan film-film favoritnya. Ia meninggalkan buku-bukunya, yang dulu pernah ia rekomendasikan padaku dengan semangat berapi-api. 

Ia meninggalkan lukisan yang ia kerjakan selama hampir setahun di ruang melukis, masih belum terselesaikan. Ia meninggalkan banyak hal, tapi tak ada ucapan perpisahan. Dia menghilang, bagai kabut seusai turunnya hujan. 

Dia menghilang, dan aku kehilangan alasan untuk menjadi lebih kuat di musim dingin.

Pemilik café tempat kami bekerja tidak mengetahui apapun. Ada sepucuk surat pengunduran diri di atas mejanya di pagi hari, dan kunci kamar yang dikembalikan. Tulisan tangannya kaku dan rapuh, kemudian ambruk di akhir, seolah ia tak lagi memiliki kekuatan untuk mengakhiri surat pengunduran dirinya. Seolah sesungguhnya ia tidak ingin pergi.

Ketika ia menghilang, aku kehilangan seorang kekasih. Seorang teman. Seorang rekan. Aku kehilangan seseorang yang pernah membuatku hidupku memiliki tujuan.


Eta Wardana




Comments

Popular posts from this blog

Terjemahan Lirik: Cesária Évora - Bésame Mucho

Sastra Jepang UI: Tentang Lulus SMA dan Memilih Jurusan

Dr. Romantic: Doctor's Principles and Saving Lives as a Form of Revenge