Posts

Puisi: Petrichor, Ketika Hujan Hanya Meninggalkan Jejak Untukku Seorang

Image
Credit picture:  loundraw . Ada seorang gadis yang namanya kutulis berulang-ulang di antara serpihan cermin.  Terkadang dengan tumpahan tinta.  Terkadang dengan tetesan krayon terbakar.  Terkadang dengan sisa air mata. Ada seorang gadis yang namanya tidak bisa berhenti kugumamkan di antara doa.  Terkadang aku mengharapkan kebahagiaan.  Terkadang aku menginginkan sebentuk penerimaan.  Terkadang aku tidak ingin menjadi satu-satunya yang terluka. Ada seorang gadis yang namanya berusaha kulupa.  Terkadang kuhapus dengan tumpukan pekerjaan.  Terkadang kubuang bersama perjalanan panjang ke belahan lain dunia.  Terkadang kukubur bersama barang-barang yang masih menyimpan aromanya. Ada seorang gadis yang namanya terlalu menyakitkan untuk didengar.  Terkadang tersebut oleh temanku dalam reuni percakapan.  Terkadang mengambang dalam pertanyaan penuh kekhawatiran.  Terkadang didesiskan bersama argumen yang menyuruhku kembali pada rasionalitas. Ada seo

Review Movie: BAKUMAN.

Image
I've been a fan of DEATH NOTE since middle school, and when I knew Ohba Tsugumi and Obata Takeshi had made  another series together, I had meant to check it out.  And so I did.  I finished reading all volumes of BAKUMAN  in high school and since then have re-read the series time to time. I really love it. I decided not to watch the anime (well, actually I did watch the first couple episodes, but then dropped it halfway through because I personally like the manga better), but when it was announced that there would be a live action adaptation of BAKUMAN, with one of my favourite actor starring in it, I knew I couldn't pass that one. Before writing this blog entry, I have watched the BAKUMAN live action twice. I watched it for the third time to make sure that I still remember all the interesting things. BAKUMAN is a story about two high school students, Mashiro and Takagi. Mashiro's uncle had been a mangaka (manga writer), but died from

Me & Favorites: December 2018

Image
Credit:  Kristin Vogt . Desember menjadi bulan paling sibuk tahun ini buat saya. Pada bulan Desember kemarin, saya menjadikan salju sebagai tema utama dalam desain bullet journal , namun setelah beberapa hari, saya sama sekali lupa untuk menambahkan ilustrasi salju ke dalam halaman-halaman weekly spread , dan justru malah seenaknya menggambar dedaunan. Mau bagaimana lagi. Tidak ada musim dingin ataupun salju di Indonesia, dan Desember adalah bulan yang lebih familiar dengan hujan dan angin. Maka inspirasi utama yang saya dapat tetap saja masih dari tumbuh-tumbuhan. Mengingat betapa sibuknya bulan Desember, catatan suasana hati yang saya buat setiap hari sangat berfluktuasi. Paruh awal bulan Desember saya habiskan untuk menyiapkan bahan-bahan ujian tertulis, yang berlangsung pada minggu ketiga bulan Desember. Di paruh akhir bulan Desember, saya menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk menyelesaikan proyek-proyek, yang kebanyakan harus dikumpulkan  pada awal bulan Januari.

Sastra Jepang UI: Tentang Lulus SMA dan Memilih Jurusan

Image
Credit:  周康 Lulus SMA, kuliah, cari kerja, menikah, berkeluarga, kemudian menjalani hari tua. Formula sederhana. Resep yang diolah berulang-ulang. Namun pada kenyataannya, bahkan bagi sebagian besar orang yang memilih formula yang sama, apa yang dihadapi tidak pernah persis serupa. Kau bisa memulai dari titik yang sama, kecepatan yang sama, tujuan yang sama, tapi yang namanya kehidupan tidak pernah membiarkan seseorang memiliki perjalanan yang serupa. Sewaktu duduk di kelas sepuluh, tahun pertama di SMA, aku sudah memikirkan apa yang ingin kulakukan setelah lulus. Terlalu cepat mungkin, tapi itulah aku. Selalu tidak sabar untuk melihat ke masa depan, selalu berpikir tentang apa yang akan menjadi akhir dari perjalanan. Sulit untuk menikmati masa sekarang ketika benakmu terlalu terlilit dengan rencana dan mimpi untuk masa mendatang. Namun sekali lagi, itulah aku. Bahkan sampai sekarang, aku masih sering bergulat dengan satu sisi mengesalkan itu. Intinya, aku sudah memikirkan

Puisi: the sun still shines

Image
Picture credit:  loundraw Dua puluh lima hari setelah kau pergi, aku menengadah dan dibutakan oleh matahari. Langit rasanya tidak pernah secerah ini dalam beberapa minggu terakhir. Jika kau menuduh bahwa duka telah membuat pandanganku kabur, aku akan terpaksa membantah. Ini fakta: langit belum pernah secerah ini sebelumnya. Kau mungkin ingat apa yang sering kukatakan setelah memakai kacamata baru, bagaimana pemandangan di sekelilingku berubah jelas, seolah-olah selama ini aku membuka mata tanpa benar-benar melihat. Bagaimana warna bisa menjadi tajam, seolah-olah ada garis yang ditambahkan untuk memisahkan setiap perubahan gradasi. Kurang lebih, hari seperti itu yang tengah kujumpai. Dua puluh lima hari setelah kau pergi, aku menengadah, dan meski aku tidak percaya akuu bisa menemukanmu di atas sana, separuh hatiku berharap. Akhir-akhir ini, semua puisi yang kutulis mengambil kepingan kenangan tentang dirimu, mengisi nostalgia dengan lebih dari sekadar kata rindu. Aku t

Puisi: us, in impermanence

Image
Picture credit:  loundraw Kita bisa mengulang, tapi aku menolak lupa--maka alih-alih berada di garis awal, akan kulanjutkan menjalin benang yang sempat bercabang dan berpisah. Kita bisa mengulang, tapi garis matamu adalah satu yang tak bisa dilupa--maka alih-alih jatuh cinta, yang ada hanya kerinduan akan sesuatu yang pernah kita miliki di suatu masa. Kita bisa mengulang, tapi satu pertanyaan masih tersisa; di antara aku dan dunia, engkau dan mimpi terpendam--mana yang layak untuk dikorbankan? Satu hal jelas: kita tidak akan memilih satu sama lain. Maka biarlah apa yang terjadi, terjadi. Mari melangkah dari titik di mana kita sempat berakhir. Satu hal belum jelas: kemana kita akan melangkah dari titik yang sempat mengakhiri? (Depok, 24 Maret 2018 Eta Wardana) (An absence of labels guarantees a lack of clarity. A lack of clarity guarantees someone is going to get hurt. - Dushka Zapata)

Puisi: for all we know we're together

Image
Image from Zerochan . Empat langkah, empat langkah, empat langkah. Kemudian kita akan melompat dan menumbuhkan sayap dan semua yang dibenci akan tertinggal di belakang. Semua yang tidak ingin mengejar akan tertinggal di belakang. Kau tahu siapa. Aku tahu siapa. Maka di antara kita tidak perlu ada kata. Kau tahu aku akan mengejar. Aku tahu kau akan mengejar. Dan kita sama-sama tahu di antara kita tidak ada yang akan tertinggal. Depok, 12 Januari 2018 Eta Wardana

Puisi: tentang bagaimana aku tidak lagi membiarkanmu ada

Image
Image from Zerochan . 2018: tentang mengapa aku pernah membiarkanmu ada bagian i: JANUARI. Hujan. Favorit. Kebingungan. Penghiburan. Suatu hari aku mengangkat telepon dan suaramu menggemuruh bersama bunyi statis komunikasi tanpa tatap wajah. Aku tertawa. Kau satu-satunya orang yang bisa membuatku tertawa. (Dulu, tidak lagi, bukan satu-satunya sekarang, mengapa berubah?) (Kurasa aku yang berubah.) Bintang jatuh. Bintang mati. Supernova. Lubang hitam. Januari. Ah, Januari. Bahkan dari jarak 78 km, aku bisa merasakan senyummu mengembang. "Selamat ulang tahun!" Kau bilang, serupa seperti satu tahun lalu, dua tahun lalu, atau bahkan tiga minggu setelah kita pertama kali bertemu (Terlalu cepat dekat, bukankah begitu?) Tapi ini kita--kau dan aku. Ini aku. Ini engkau. Ini kita. (Bagaimana sekarang?) Itu aku. Itu engkau. Di mana kita? (Mengapa perlu ditanyakan sekarang?) 2018: tentang bagaimana aku tidak lagi membiarkanmu ada

Puisi: tentang mengapa aku pernah membiarkanmu ada

Image
Image from Zerochan . 2018: tentang mengapa aku pernah membiarkanmu ada intro: Writing poems about you is not as easy as forgetting you. (Adi K - Love Unlove Repeat) 2018: tentang bagaimana aku tidak lagi membiarkanmu ada (Eta Wardana)

Terjemahan Lirik: DAY6 - I Loved You (Every Day6 September: Track #1)

Image
Kusalahkan dirimu. Lagi, aku membenci memori bersamamu ini. Setelah kehilanganmu, segalanya menjadi tak berarti bagiku. Aku tidak merindukanmu. Tidak lagi ingin melihatmu, diriku ini. Cinta yang telah kau berikan padaku (kau), tak ingin lagi aku mengingatnya. Sangat, aku pernah mencintaimu. Aku hanya pernah begitu sangat mencintaimu hingga tak mampu kulupakan dirimu meski aku ingin. Karena itu, aku ingin melupakanmu. Sungguh, aku pernah mencintaimu. Rasanya sesulit ketika aku mencintaimu. Meski aku ingin membencimu, dirimu semakin kubenci karena aku tidak bisa membencimu. Aku tahu. Yang tengah kuutarakan sekarang membuatku terdengar seperti orang bodoh. Sama sekali tak masuk akal. Aku tahu. Setelah kau meninggalkanku, mulai saat itu, duniaku telah berhenti. Ia telah berakhir. Oh. Sangat, aku pernah mencintaimu. Aku hanya pernah begitu sangat mencintaimu hingga tak mampu kulupakan dirimu meski aku ingin. Karena itu, aku ingin melupakanmu. Sun

Terjemahan Lirik: DAY6 - When you love someone (Every Day6 October: Track #1)

Image
Hari ini sungguh sulit, bukan? Hatiku sakit hanya dengan melihatmu. Tak banyak yang bisa kulakukan selain berada di sisimu, maka maafkan aku. Kau begitu cantik saat sedang tersenyum. Maka tiap kali kulihat kau kehilangan senyum itu, ingin kukembalikan ia padamu, bagaimana pun caranya. Lebih baik aku menangis daripada membiarkanmu menangis. Lebih baik aku yang tersakiti daripada membiarkanmu tersakiti. Aku tak ingin kau tersakiti lagi. Mencintai seseorang lebih dari yang aku mampu; sungguh aneh ketika kau mencintai seseorang. Aku ingin membantu meskipun hanya sedikit. Aku ingin menjadi tempatmu beristirahat. Jika kau memikirkanku di tengah hari yang sibuk, akan kulakukan yang terbaik untuk menghiburmu. Kau begitu berhati lembut hingga tiap kali aku melihatmu tersakiti dalam diam, aku ingin membuatmu tersenyum lagi bagaimanapun caranya. Lebih baik aku menangis daripada membiarkanmu menangis. Lebih baik aku yang tersakiti daripada membiarkanmu tersakiti.